Kamis, 25 Februari 2016

Cara Cek Baik atau tidaknya Dioda dengan AVO-METER

Dioda yang masih baik atau yang sudah rusak bisa ditest dengan AVO-meter.  Pengetesan dilakukan dengan memposisikan selektor AVO-meter pada Ohm X1, Ohm X10 atau Ohm X100.

Ketika sebuah dioda ditest dengan Ohm-meter, sebenarnya pada dioda tersebut dilakukan pemberian tegangan maju atau tegangan terbalik.  Sumber tegangan berasal dari baterai yang terdapat di dalam AVO atau Ohm-meter tersebut melalui kedua tuas testernya.
Tuas tester hitam berfungsi sebagai pemberi tegangan + (positif) dan tuas tester merah berfungsi sebagai jalur nol (0V).

Apabila yang dilakukan adalah pemberian tegangan maju (anoda diberi tegangan positif), maka dioda akan menghantarkan tegangan maju yang diberikan kepadanya itu dari tuas tester yang satu (tuas tester hitam) kepada tuas tester yang lain (tuas tester merah) hingga akhirnya sampailah tegangan kepada rangkaian di dalam Ohm-meter dan menggerakkan “moving-coil” jarum penunjuk.
Dan apabila yang dilakukan adalah pemberian tegangan terbalik (katoda diberi tegangan positif), maka dioda akan menyumbat tegangan tersebut sehingga jarum penunjuk pun tidak bergerak.
Untuk lebih jelasnya perhatikanlah gambar berikut ini beserta penjelasannya 
Pengetesan 1.
Selektor AVO-meter diposisikan (misalnya) pada Ohm X10.
Tuas tester hitam ditaruh pada anoda (A) dan tuas tester merah ditaruh pada katoda (K), maka hasilnya adalah jarum penunjuk AVO-meter akan bergerak menunjukkan angka Ohm tertentu.  Ini adalah kondisi normal yang berarti bahwa dioda dalam keadaan baik.
Namun apabila dalam posisi tuas tester sedemikian jarum penunjuk tidak terlihat bergerak, maka disimpulkan dioda tersebut telah rusak.  Sambungan PN di dalam dioda tersebut telah putus.

Pengetesan 2.
Apabila pada pengetesan pertama dioda tampak baik, maka dilakukan langkah pengetesan selanjutnya :
Tuas tester hitam ditaruh pada katoda dan tuas tester merah ditaruh pada anoda, maka hasilnya adalah jarum penunjuk AVO-meter tidak bergerak.  Ini adalah kondisi normal, dioda dalam keadaan baik.
Namun apabila dalam posisi tuas tester sedemikian jarum penunjuk ternyata terlihat bergerak, maka dapat dipastikan bahwa dioda tersebut telah rusak.  Dioda telah “bocor” sehingga tidak akan bisa dipergunakan lagi.

Cukup dengan dua langkah pengetesan itu sudah dapat diketahui bagaimanakah jika sebuah dioda masih dalam kondisi baik dan bagaimanakah jika dioda telah rusak.

Pengetesan dioda zener dan dioda foto (photo-dioda).
Dioda zener adalah dioda yang berfungsi untuk menyetabilkan tegangan.  Sebenarnya ketika sebuah dioda zener bekerja menyetabilkan tegangan, ia menarik arus pada tegangan terbalik yang diberikan kepadanya. Karena itu ketika diode zener ditest dengan diberikan tegangan terbalik sebenarnya ia tidak sepenuhnya menyumbat tegangan, tetapi memang sifat menyumbat tegangan terbalik pada dioda zener akan sepenuhnya hilang hanya pada tinggi tegangan yang menjadi tegangan zenernya atau di atas itu.
Dioda zener dengan tegangan zener yang agak tinggi seperti 12V atau lebih dapat ditest dengan dua langkah seperti yang telah diuraikan di atas.  Tetapi diode zener dengan tegangan zener yang rendah seperti 2,7V atau 3,3V ketika ditest dengan diberikan tegangan terbalik (tuas tester hitam ditaruh pada katoda dan tuas tester merah ditaruh pada anoda) bisa jadi akan menimbulkan kesalahan persangkaan terhadap hasil pengetesan, sebab jarum penunjuk tetap bergerak meskipun sedikit.  Apabila posisi selektor Ohm-meter kemudian dirubah ke posisi Ohm X1k maka pergerakan jarum penunjuk akan semakin tampak jelas.
Hal ini sebenarnya adalah wajar (dioda tidak rusak), karena tegangan baterai yang diberikan telah setara atau mungkin melebihi tegangan zener dari dioda sehingga dioda mulai menarik arus yang menyebabkan jarum penunjuk bergerak.  Apabila ketika ditest dengan diberikan tegangan terbalik ternyata jarum penunjuk pada tester memperlihatkan angka nol Ohm, maka barulah dioda zener itu dinyatakan telah rusak. Kerusakan pada dioda zener umumnya adalah “short” (hubung-singkat).

Adapun untuk dioda foto pengetesan dilakukan dengan cara menaruh tuas tester hitam pada anoda dan tuas tester merah pada katoda, lalu sensor cahaya yang ada pada badan dioda ditutup rapat/dijepit dengan dua jari tangan yaitu telunjuk dan jempol.  Jarum penunjuk pada tester akan terlihat tidak bergerak.  Namun ketika jepitan jari-jari tangan dilepaskan maka jarum penunjuk langsung terlihat bergerak, menandakan dioda telah menghantarkan tegangan maju yang diberikan kepadanya.  Inilah kondisi dioda foto yang masih baik, selain dari itu dioda foto dinyatakan rusak.

Minggu, 14 Februari 2016

SWIFT CODE dan BANK CODE

Daftar “SWIFT CODE” Bank-Bank yang ada di Indonesia
* Bank Artha Graha : ARTGIDJA
* Bank Bumiputera Indonesia : BUMIIDJA
* Bank Buana Indonesia : BBIJIDJA
* Bank Danamon : BDINIDJA
* Bank Niaga : BNIAIDJA
* Bank Negara Indonesia (BNI) : BNINIDJA
* Bank Rakyat Indonesia (BRI) : BRINIDJA
* Bank Bukopin : BBUKIDJA
* Bank Central Asia (BCA) : CENAIDJA
* Hongkong and Shanghai Banking (HSBC) : HSBCIDJA
* Bank Internasional Indonesia (BII) : IBBKIDJA
* Bank Indonesia : INDOIDJA
* Bank Mega : MEGAIDJA
* Bank Permata : BBBAIDJA
* Bank Mandiri (not Bank Syariah Mandiri) : BEIIIDJA


Berikut ini adalah daftar “BANK CODE” (kode Bank) Bank-Bank yang ada di Indonesia

1. BCA – BANK CENTRAL ASIA = 014
2. BANK MANDIRI = 008
3. BANK SYARIAH MANDIRI = 451
4. ANZ PANIN BANK = 061
5. CITIBANK = 031
6. ABN AMRO BANK = 052
7. BANK BUKOPIN = 441
8. BANK DANAMON = 011
9. LIPPO BANK = 026
10. BNI – BANK NEGARA INDONESIA = 009
11. BANK MEGA = 426
12. BANK SYARIAH MEGA = 506
13. BANK HSBC – THE HONGKONG & SHANGHAI B.C. = 041
14. STANDARD CHARTERED BANK = 050
15. BTN – BANK TABUNGAN NEGARA = 200
16. BRI – BANK RAKYAT INDONESIA = 002
17. BANK NIAGA = 022

Transfer Payza ke bank Lokal

Pastikan data Bank lokal kita sudah di tambahkan di akun payza ,  anggaplah kita sudah menambahkan data bank lokal kita ke payza. 
Silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini.

Sabtu, 13 Februari 2016

Rangkaian Power Suplay 10 A


Rangkaian power supply 10A ini sebenarnya tidak jauh beda dengan  Rangkaian Skema dari power supply 5A yang sudah pernah ada sebelumnya diblog teman-teman, yakni hanya mengganti transistor TIP3055 menjadi TIP142 yang mampu mensuplay arus hingga 10 ampere.

Berikut Skema yang pernah saya  pakai dalam pembuatan power suplay
Daftar komponen yang dibutuhkan :

D1:      Bridge 10A
C1:      Kapasitor 6800µF 
C2:      Kapasitor 100µF 
C3:       Kapasitor 1000µF 
U1:       IC L7812
Q1:       TIP142

untuk menyesuaikan tegangan output, kita bisa mengganti ic 7812 sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk memasang pendingin ke transistor TIP142, karena transistor tersebut akan mengeluarkan panas saat dioperasikan.